Destinasi DestinasiTopik harian dengan konteks dan sudut pandang yang jelas.
travel

Spot Instagramable di Tirawuta yang Bikin Feed Kamu Makin Hidup

Jelajahi sudut-sudut tersembunyi Tirawuta yang fotogenik. Dari bukit sampai air terjun, semua gratis dan cocok untuk konten. Cerita perjalanan langsung dari Agnes Tjoa.

21 Apr 2026 · 2 menit baca · oleh Agnes Tjoa
Spot Instagramable di Tirawuta yang Bikin Feed Kamu Makin Hidup

Waktu itu sore-sore, saya nekat naik motor sendirian ke Bukit Panja, titik di pinggiran Tirawuta yang cuma saya kenal dari cerita teman. Jalannya tanah berbatu, menanjak, dan dua kali saya hampir terpeleset di tikungan tajam. Tapi begitu sampai di puncak, semua rasa lelah lenyap seketika. Di depan saya terbentang hamparan sawah bertingkat yang hijau membelai kaki langit, dan di belakang, laut biru berkilau diterpa sinar matahari sore. Saya buru-buru keluarin ponsel, bukan untuk foto-foto diri, tapi buat nangkep tekstur bayangan pohon kelapa yang melambai. Itulah momen pertama saya sadar: Tirawuta punya banyak sudut instagramable yang nggak perlu filter.

Menyusuri Air Terjun Tembikar dan Bukit Doa

Dari Bukit Panja, saya meluncur ke utara menuju Air Terjun Tembikar. Lokasinya tersembunyi di balik kebun warga, untuk mencapainya saya harus menyeberangi sungai kecil dengan batu-batu licin. Suara gemuruh air makin keras pas saya mendekati tebing. Air terjun setinggi sekitar 20 meter itu jatuh ke kolam alami berwarna hijau toska. Saya duduk di atas batu besar, membiarkan percikan air membasahi wajah. Tempat ini bangeet fotogenik: tebing berlumut, pelangi tipis yang muncul saat matahari tepat di atas, dan latar pepohonan rimbun. Saya sempat ketemu dua mahasiswa yang lagi buru konten buat media sosial mereka. Mereka bilang, “Cuma di sini, Mbak, kami bisa dapat angle tanpa ada selfie stick orang lain.” Air Terjun Tembikar emang belum terlalu ramai, jadi kita bisa leluasa berpose atau sekadar nikmatin suasana.

Perjalanan berikutnya bawa saya ke Bukit Doa, sebuah bukit karang di pesisir yang terkenal dengan formasi batu unik. Di puncaknya, ada salib besar yang jadi ikon. Pemandangan dari atas dramatis bangeet: ombak memecah di karang, langit jingga pas senja, dan hamparan rumput ilalang yang bergoyang. Saya mengabadiiin momen ketika matahari tepat di belakang salib, menciptakan siluet yang hangat. Banyak pengunjung dateng cuma buat foto prewedding atau sekadar berswafoto. Tapi yang bikin saya terkesan adalah keheningan di sore hari. Hanya suara ombak dan angin yang nemenin.

Pokoknya, dari sini saya makin yakin kalau destinasi instagramable nggak harus selalu tempat buatan dengan spot foto berbayar. Tirawuta menawarkan keindahan alami yang justru lebih otentik. Buat info lebih lengkap soal potensi wisata alam di Sulawesi Tenggara, Wikipedia mencatat beragam destinasi menarik di kawasan ini. Kalo loe berencana liburan sebntar dengan bujet terbatas, coba deh jelajahi sudut-sudut kayak Bukit Panja dan Air Terjun Tembikar. Saya jamin, hasil fotonya bakal bikin temen-temen bertanya, “Ke mana sih tempatnya?” Dan loe bisa jawab dengan bangga, “Ini Tirawuta, rumah saya.”

Tag: #destinasi #instagramable #wisata alam #Tirawuta #Sulawesi Tenggara